News

Translate

Showing posts with label wisata. Show all posts

Objek Wisata Pulau Malenge Sulawesi



Sudahkah anda menjelajahi keunikan Pulau Sulawesi? Jika belum, inilah saatnya anda memasukkan Sulawesi sebagai salah satu tujuan wisata anda di akhir tahun nanti. Sebagai pulau yang berada di tengah-tengah kepulauan Indonesia, Sulawesi penuh dengan keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Dari ujung utara hingga selatan, potensi wisata sangat menarik untuk dikunjungi. Akan tetapi sebagai permulaan, mungkin anda bisa mencoba untuk mengunjungi Pulau Malenge, yang berada di kawasan Sulawesi Tengah tepatnya di Togean.

Pulau Malenge ini merupakan gabungan anara dua pulau, yaitu Pulau Papan yang merupakan tempat tinggal asli Suku Bajoe dan Pulau Kadoda yang merupakan cottage. Dua pulau itu dihubungkan dengan jembatan kayu sepanjang 1.800m. KOndisi geografisnya yang merupakan hutan tropis, dan juga sebagai kawasan tempat tinggal asli Suku Bajoe tentu saja kesan alami sangat kuat di pulau ini. Maka tidak salah jika kemudian kawasan pulau ini dijadikan sebagai Taman Nasional Kepulauan Togean.

Kegiatan dan Fasilitas Wisata Pulau Malenge

Anda akan mempunyai banyak kegiatan di pulau yang terletak di wilayah Kecamatan Walea, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah ini. Tetapi seperti wisata kepulauan lainnya, alat yang paling tepat untuk menjelajahi keindahan pulau ini tentu saja dengan speedboat atau kapal. Anda bisa membagi pembayaran biaya sewa kapal dengan wisatawan lainnya, atau jika anda menginginkan sensasi yang lebih intim anda bisa menyewanya sendirian.

Meskipun pulau ini terdiri dari dua pulau, banyak pulau-pulau di sekitar Pulau Malenge yang wajib untuk dikunjungi, seperti Pulau Angkaio yang merupakan habitat asli kepiting endemik Sulawesi, yaitu Kepiting Kenari. Kemudian juga ada Pulau Kadidiri, merupakan pulau alami yang belum tersentuh polusi untuk kehidupan bawah lautnya. Untuk menuju pulau terpencil ini dari Wakai hanya membutuhka waktu sekitar 30 menit dengan kapal. Jika anda ingin menginap di pulau ini, tiga buah penginapan sudah tersedia untuk anda.


Untuk menuju Pulau Malenge, anda bisa menggunakan perahu boat dari Ampana dengan memakan waktu sekitar 2-4 jam. Jika anda datang dari Jakarta, lebih baik anda memesan penerbangan menuju Palu atau Luwuk dengan maskapai Lion Air, Sriwijaya Air, atau Garuda Indonesia. Dengan biayan total-tiket pesawat plus taksi-sekitar Rp 2.000.000 dengan pertimbangan biaya lain-lain. Anda juga bisa memilih pilihan armada travel menuju Ampana, dengan tarif sekitar Rp 110.000. Jika anda datang dari Gorontalo, anda langsung bisa naik kapal feri selama 12 jam menuju Wakai yang kemudian akan berlayar ke Pulau Malenge. (MEDANFOTO/14)
Learn more »

Pulau Pombo Nan Indah Bagi Anda yang Suka Menyelam di Bawah Laut


Pasti ada diantara kalian yang pernah datang ke Maluku? Apakah diantara kalian sudah pernah mengunjungi pulau yang satu ini. kalau kalian belum sempat berkunjung ke pulau ini sempatkanlah waktu sedikit untuk kesini karena tempat ini tidak jauh bagusnya dari pantai Natsepa, Liang dan yang lainnya. Mau tahu pulau apa yang saya maksud ini, nama pulaunya adalah Pulau Pombo yang terletak di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku, Maluku.

Pulau Pombo merupakan destinasi wisata bagi mereka yang menyukai kenikmatan sensasi menyelam di bawah laut. Menyaksikan keindahan beragam biota laut termasuk sekelompok ikan yang berenang serempak ke sana kemari. Ada juga berbagai jenis batu karang dengan bentuk yang unik serta rumput laut yang bergoyang-goyang ibarat mengikuti alunan musik alam bawah air. Apabila sebelumnya Anda hanya bisa menyaksikan keindahan suasana bawah laut dalam sebuah gambar atau televisi maka kini saatnya Anda datang langsung ke pulau ini untuk melihat langsung.

Pulau Pombo adalah pulau kecil nan indah dan sama sekali tidak terdapat penginapan apalagi hotel. Satu-satunya tempat untuk mencari penginapan dan hotel adalah di Kota Ambon yang hanya berjarak sekitar 1 jam dari Pulau Pombo.

Ada beberapa cara untuk bisa sampai ke Pulau Pombo. Dari Ambon ke Tulehu atau ke Waai bisa juga ke Liang melalui jalan darat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Berikutnya lanjutkan menggunakan speedboat dari Tulehu langsung ke Pulau Pombo atau dari Waai dan dari Liang sekira 20 menit.

Ketika tiba dengan speedboat mungkin yang Anda lihat hanya pepohonan di pesisir pantai dan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau seluas 2 atau 3 ha tersebut. Akan tetapi, jangan terkecoh dengan ukurannya, karena apa yang ada di bawah laut sekitarnya begitu mencengangkan sekaligus membuat Anda takjub. Menyelamlah hingga ke dasar perairannya untuk menikmati kekayaan dan keindahan biota laut.

Aktivitas darat yang bisa Anda lakukan di pulau ini adalah mengelilinginya dengan berjalan kaki sekira 1 jam sambil merasakan sensasi angin laut yang menerpa rambut anda. Apabila Anda merupakan seorang petualang maka dapat mencoba untuk berkemping di pulau ini untuk menikmati kesejatian hidup di alam bak terasing yang mengasyikkan di pulau nan indah ini.


Apabila Anda memutuskan untuk berkemah di pulau ini maka  Anda dianjurkan untuk membawa seluruh perlengkapan mulai dari pakaian ganti, perlengkapan snorkeling dan menyelam, makanan dan minuman, hingga obat-obatan. (MEDANFOTO/14)
Learn more »

Objek Wisata Pantai Goa Cemara Yogyakarta


Pantai Goa Cemara. Belum banyak yang tahu keberadaan pantai yang satu ini. Bahkan ketika pertama kalinya saya mengunjungi, sempat tersesat dan bertanya kepada penduduk sekitar Palbapang, Bantul, ternyata banyak yang tidak tahu. Padahal pantai ini sangat menarik untuk dijadikan tempat rekreasi keluarga, bahkan untuk tempat kegiatan pertemuan di dalam keteduhan hutan cemara.

Suasana Pantai yang Teduh

Pantai Goa Cemara terletak di dusun Patehan, Gadingsari, kecamatan Sanden, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Disebut Goa Cemara karena di sepanjang pantai ditumbuhi rerimbunan pohon cemara udang yang membentuk lorong di tengah-tengahnya mirip seperti goa. Masyarakat sendiri yang memberi nama pantai ini dengan Goa Cemara, karena sejak awal masyarakat yang mengusahakan penanaman pepohonan cemara dan merawatnya hingga memenuhi pinggiran pantai.

Sejak memasuki area parkir, kita langsung menjumpai rerimbunan pohon cemara udang yang membuat teduh suasana. Sungguh unik, pohon-pohon cemara tumbuh dengan subur di lahan pantai yang berpasir. Berjajar-jajar, ranting dan daunnya saling terhubung dan membentuk keteduhan yang sangat alami. Dari tempat parkir kita hanya melihat hutan cemara, menutupi pemandangan pantai.

Mulanya, sekitar tahun 2000 penduduk setempat memikirkan cara “memecah angin” untuk mencegah pengikisan pasir pantai. Mereka memilih tanaman cemara udang (casuarina equessetifolia) yang mampu menahan angin dan dapat hidup di pesisir pantai. Masyarakat bekerja bakti melakukan penanaman ribuan bibit cemara, dan memeliharanya dengan tertib, hingga kahirnya membentuk hutan seperti yang kita lihat sekarang.

Di sepanjang kawasan Goa Cemara kita bisa menggelar tikar untuk bersantai, melepaskan kepenatan kerja dan rutinitas di rumah. Dari pagi hingga sore kita tidak akan kepanasan, karena banyaknya pepohonan cemara yang menjamin keteduhannya. Pada hari Sabtu dan Minggu kita akan menjumpai rombongan komunitas masyarakat yang menggelar acara di keteduhan cemara.

Deburan Ombak yang Ganas

Untuk menuju lokasi pantai, kita harus melewati gundukan pasir yang cukup tinggi. Di balik gundukan pasir kita masih menemukan hutan cemara lagi yang sangat lebat, dan di balik hutan cemara itulah terdapat pantai.

Kondisi pantai Goa Cemara sama seperti rata-rata pantai yang berada di wilayah kabupaten Bantul, seperti Samas dan Parangtritis. Pantai yang landai dengan pasir berwarna kecoklatan dan deburan ombak khas pantai selatan yang ganas. Kita tidak bisa leluasa bermain ombak di pantai ini karena ombak sangat keras dan ganas. Hati-hati jika membawa anak-anak kecil, anda harus selalu membersamainya agar tidak terlalu jauh bermain ombak.

Karena ombak yang sangat kuat dan ganas itulah maka di sepanjang pantai selatan sangat sedikit terdapat nelayan. Jika anda membeli ikan di wilayah pantai selatan, itu tidak semuanya hasil laut setempat, namun sebagian didatangkan dari wilayah lain, seperti Semarang, Jawa Tengah. Hasil ikan di pantai selatan tidak memadai karena tidak banyak nelayan yang berani melaut.

Suasana Tradisional

Di sekitar pantai Goa Cemara, terdapat beberapa tempat makan dan tempat jualan makanan ringan. Semuanya bercorak tradisional. Dibuat dari bambu yang tampak rapi dan menarik. Termasuk kios yang dibuat dari bambu agar tampak alami dan tradisional.

Menurut salah seorang penduduk, mereka ingin semua masyarakat yang ingin membuka usaha di kawasan pantai Goa Cemara agar membuat tampilan yang seragam dengan contoh yang sudah ada. Harapannya agar kawasan ini ketika membesar tampak rapi dan tertib, bahkan mempertahankan corak tradisional dengan bangunan dari bambu.

Tidak salah anda menyempatkan datang ke pantai Goa Cemara. Alokasikan waktu yang cukup. Jika anda datang dari luar kota Yogyakarta, memerlukan waktu satu jam dari pusat kota untuk mencapai pantai Goa Cemara.


Nikmati keteduhannya, bercengkerama bersama keluarga melepaskan kejenuhan dan rutinitas. Sembari menikmati angin pantai dan suara deburan ombak yang ganas. (MEDANFOTO/14)
Learn more »

Wisata Pantai Pulau Merah Tak Kalah Indah Dengan Pantai Kuta Bali


Nama G-land (Plengkung) yang terletak di Banyuwangi tentu sudah tidak asing bagi para peselancar. Tempat ini sudah begitu terkenal hingga mancanegara karena begitu populer sebagai lokasi berselancar. Tapi jangan salah, ada satu tempat lagi yang tidak kalah dengan G-land yaitu Pantai Pulau Merah.

Pantai Pulau Merah mirip dengan Pantai Kuta Bali, namun ombaknya lebih bergelombang dengan tinggi dua meter dan panjang 300 meter. Sama seperti G-land, pantainya tidak memiliki banyak batu karang sehingga aman bagi para peselancar pemula. Ciri khasnya yang unik adalah sebuah bukit setinggi 200 meter yang terletak di hadapan pantai sehingga mirip degan pantai di Brazil.

Pulau Merah sebelumnya bernama Pantai Ringin Pitu. Ada dua versi tentang berubahnya nama pantai ini. Versi pertama adalah karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan, dan versi lainnya adalah karena konon ceritanya dulu pernah terpancar cahaya merah di hadapan pantai Pulau Merah sehingga warga menamainya Pulau Merah.

Lokasinya yang dekat dengan desa nelayan Pancer bisa menjadi objek wisata tersendiri. Anda bisa menginap di rumah warga untuk merasakan keramahan warga lokal dan merasakan pengalaman yang berbeda dari wisata lainnya.

Objek wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi adalah Pura Tawang Alun yang telah berdiri sejak 1980. Ketika terjadi tsunami pada tahun 1994, ombak setinggi 13 meter menyapu rumah warga termasuk pura ini. Karena kejadian tersebut, tembok luar pura hancur tapi bagian dalam pura tidak mengalami kerusakan yang berarti.


Tidak hanya selancar, beberapa warga lokal atau wisatawan domestik sering menjadikan pantai ini sebagai tujuan rekreasi keluarga. Ada juga yang mencoba aksi paralayang di beberapa sudut bukit di Pantai Pulau Merah. (MEDANFOTO/Mda/14)
Learn more »

Objek Wisata Danau Limboto Nan Indah


Danau Limboto adalah objek wiasata berupa danau yang banyak di kunjungi para turis, baik lokal maupun asing yang terdapat di kabupaten Gorontalo, Sulawasi Tengah. Danau yang memiliki luas sekitar 3000 hektar ini merupakan muara dari Sungai Molalahu, Sungai Daenaa, Sungai Alo dan sungai Bone Bolango.  Kini, danau yang dahulunya memiliki kedalaman hingga 27 meter, saat ini berkurang dan hanya sekitar 8 meter saja. Danau Limboto memiliki pesona pemandangan yang menakjubkan, karakter dari danau ini memiliki permukaan berlumpu, dibagian tengan dan pinggir danau banyak dijumpai tumbuhan flora air seperti bunga teratai, enceng gondok dan gelagah.

Apabila ingin menikmati pesona danau Limboto ini, akan terasa lebih indah apabila pada pagi hari ataupun di sore hari menjelang matahari terbenam. Dengan begitu, suasana indah di danau akan terasa lebih menakjubkan. Di Danau Limboto, Anda dapat merasakan dan menikmati udara segar dan tentu saja airnya yang jernih dengan ditumbuhi aneka tumbuhan hijau yang begitu eksostis, menjadikan Anda merasa betah berada di danau ini. selain itu, danau ini juga memiliki lingkungan yang asri yang menjadi salah satu dayat tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Aktifitas dan Fasilitas Wisata Danau Limboto
Wisatawan yang sedang berada di danau ini, dapat memnfaatkan aktifitasnya untuk memancing. Apabila wisatawan berkunjung pada sore hari, selain mendapatkan keindahan saat matahari tenggelam, juga dapat menyaksikan burung-burung liar yang melintas di atas danau ini. Lebih indah lagi apabila berkunjung pada saat musim bunga datang, karena tanaman yang hidup di permukaan air danau ini akan mengekuarkan bunga yang indah dan menyebarkan wangi yang sangat alami. Lebih indah lagi pada saat tanaman tanaman di permukaan air danau merekah secara bersamaan, maka pesona keindahan dari Danau Limboto akan semakin indah. Di danau ini pula, wisatawan dapat menikmati ikan tangkapan para nelayan yang masih segar, baik dimasak ataupun dibakar. Ikan-ikan yang dijual oleh para nelayan biasanya dijual kepada wisatawan dengan beragam jenis ikan, mulai dari mujair, gabus dan nila.


Objek wisata ini sendiri terletak di kabupaten Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah. Akses menuju danau ini pun tak terlalu sulit, karena tempatnya yang dekat dengan Kota Gorontalo otomatis dengan bandara Jalaluddin. Sedangkan jarak dari bandara Jalaluddin menuju danau ini hanya berjarak sekitar 16 km. Untuk anguktan menuju objek wisata danau yang terkenal akan keindahan tanaman airnya ini, sudah banyak yang bermunculan, mulai dari taksi tauapun rental mobil. Bahkan untuk penginapan pun saat ini sudah tersedia yang letaknya tidak jauh dari lokasi objek wisata Danau Limboto. Wisatawan tidak dikenakan biaya apapun untuk memasuki objek wisata ini, namun hanya menyiapkan dana untuk membayar keperluan sewa perahu. (MEDANFOTO/14)
Learn more »

Objek Wisata Rumah Gadang Minangkabau


Rumah Gadang merupakan salah satu peninggalan kebudayaan masyarakat kabupaten Solok Selatan yang sangat bersejarah sekali serta memiliki nilai – nilai kesenian yang luar biasa. Di kabupaten tersebut anda akan melihat banyak sekali rumah – rumah gadang yang berdiri dengan kokoh, dan masnyarakat sekitar menjuluki tempat tersebut sebagai Nagari Seribu Rumah Gadang.

Di objek wisata rumah gadang anda akan melihat bangunan rumah gadang yang di klaim terpanjang di kota Minangkabau dengan nama rumah gadang 21 ruang abai. Kondisi rumah ini sangatlah memilukan, di mana anda akan melihat pada beberapa bagian ruangan yang sudah rapuh dan rusak karena usianya yang semakin tua tanpa adanya renovasi ataupun pembaharuan.

Rumah Gadang 21 Ruang Nagari Abai

Rumah Gadang 21 Ruang Abai diperkirakan memakan waktu sekitar 3 tahun pembangunan mulai dari tahun 1972 hingga 1975 yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat sekitar. Anda akan melihat arsitektur bangunan yang cukup unik dan tradisional dengan dibentuk sekitar 15 gonjong yang dapat anda temukan di bagian dalam ruangan dan dekat dengan gerbang masuk rumah.

Panjang rumah gadang tersebut sekitar 95 meter dengan ruang utama yang berada di tengah dan beberapa ruang kamar tidur di dekatnya. Rumah gadang ini juga dinilai kurang sempurna dikarenakan tidak semua ruang kamar tidur berhasil dibangun dengan menggunakan sekat – sekat pembatas.

Disamping itu, kondisi rumah gadang ini terlihat sudah mengalami moderenisasi dengan perubahan penggunaan pada atap yang telah berlapiskan seng – seng, serta dinding – dinding bangunan yang digantikan dengan semen. Keadaan ini sungguh memilukan, karena para wisatawan tidak dapat menyaksikan keindahan rumah gadang dengan arsitektur tradisionalnya.
Perubahan tersebut lebih dikarenakan pemerintah setempat kurang memperhatikan dalam memelihara serta mengembangkan potensi wisata budaya rumah gadang yang telah terkenal hingga ke mancanegara.

Perkampungan rumah gadang Abai ini sangat dekat dengan Danau Maninjau, terdapat di Kenagarian Abai, Kec Sangir Batang Hari, Sumatera Barat yang dapat anda tempuh sekitar 3 jam perjalanan dari kab Solok Selatan, dan sekitar 4 jam perjalanan dari Muara Labuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. (MEDANFOTO/14)



Learn more »

Keindahan Pulau Hari Sulawesi Tenggara


Dari kejauhan nampak garis pantai begitu mulus dipahat ombak kecil yang mengibas halus bibir pantai. Bingkai panoramanya berupa pantai, gundukan pulau berwarna hijau, dan air bak kristal. Semuanya begitu memesona, sederhana, jujur, dan menegaskan sekali lagi bahwa alam pasrah pada manusia.

Bagi Anda pecinta wisata bahari mungkin sudah tidak asing lagi dengan Bali, Lombok, atau Raja Ampat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa di Provinsi Sulawesi Tenggara ada sebuah pulau yang tidak kalah indahnya dengan ketiga tujuan wisata tersebut. Pulau ini memiliki lanskap bahari yang memukau dan alamnya pun masih alami.

Pulau Hari berada di Kecamatan Soropia bagian timur, Kota Kendari. Pulau indah ini merupakan salah satu dari gugusan beberapa pulau, yaitu Pulau Bokori, Pulau hari, Pulau Saponda Darat, dan Pulau Saponda Laut. Pulau-pulau indah tersebut ini jaraknya berdekatan.

Pulau Hari menjadi salah satu tempat wisata bahari favorit di Provinsi Sulawesi Tenggara, meskipun nyatanya pulau ini tidak berpenghuni, seperti dilansir dari laman Indonesiatravel.
Pulau Hari dalam tradisi lisan masyarakat setempat menyimpan sekelumit cerita mitos yang menarik. Di pulau ini dahulu dituturkan bersemayam bidadari berbaju merah yang cantik semenawan daya pikat luar biasa dari keindahan alamnya.

Pulau Hari merupakan tempat menyelam yang menantang bagi Anda penyuka diving atau snorkeling di kedalaman 7 hingga 8 meter. Airnya begitu jernih berkilau sehingga memungkinkan Anda untuk menyaksikan keindahan bawah laut yang memesona. Rumput laut dan terumbu karang di perairan ini juga mengagumkan karena tertata rapih seperti disusun seorang tukang kebun andal.

Taman laut di kawasan ini kaya biota laut, dari berukuran kecil hingga besar. Anda dapat bertemu dengan beberapa ikan berwarna cantik, seperti clown fish, angel fish, fire shrimp, anemo shrimp, ascidians, mawar laut, dan nudibranch. Jika beruntung, mungkin dapat Anda melihat electrik clamp, yaitu kerang laut yang mengeluarkan cahaya pada malam hari. Ada pula ikan yang sudah hampir punah, sepetri ikan sunu dan sotong. Mungkin saja Anda menyaksikan atraksi langka penyu yang berenang di dalam laut.

Pulau Hari merupakan tempat yang tepat bagi Anda yang mendamba ketenangan dari rutinitas hidup kota yang sibuk dan penat. Surga kecil seukuran 15,9 hektare tersebut memiliki air jernih bak kaca berkilauan pada suhu 28 hingga 34 derajat Celsius. Hamparan pasir putih nan halus di sini akan mengundang Anda untuk berjalan tanpa alas kaki di pinggir pantainya.

Di sekitar pulau ini terdapat beberapa lokasi menyelam yang menakjubkan. Tidak hanya memiliki satu atau dua lokasi menyelam tapi 13 lokasi yang pastinya akan membuat Anda betah berlama-lama menjajalnya keindahanya. Menyaksikan keindahan bawah laut yang memesona dengan beraneka ragam biota laut akan menjadi pengalaman yang tidak pernah Anda lupakan.

Pulau-pulau sekitarnya, seperti Pulau Saponda Darat dan Pulau Saponda Laut, memiliki lokasi menyelam mengagumkan dan jaraknya hanya sekira 50 meter. Titik lainnya dapat Anda temukan dipesisir Labuan Peropa. Bagi Anda yang hobi memancing maka dapat menyewa kapal nelayan setempat untuk mengantarkan Anda ke Saponda. Ikan yang bisa Anda pancing di pulau ini biasanya adalah ikan layar atau sailfish.


Apabila Anda ingin kegiatan yang lebih ringan maka dapat berkeliling pulau untuk menyaksikan berbagai burung maleo yang terbang mencari kesempatan untuk menangkap mangsanya di air. Jika beruntung, di sini mungkin saja Anda bisa menyaksikan penyu bertelur. Pulau ini juga merupakan lokasi menarik bagi Anda pecinta fotografi. Bidikan kamera Anda untuk menangkap setiap lekuk keindahan Pulau Hari. (MF)
Learn more »

Keindahan Pulau Biawak Indramayu



Belum banyak wisatawan yang tahu dimana letak Pulau Biawak, termasuk anda mungkin! Padahal loaksinya tidak seberapa jauh dari Jakarta. Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, bertualang di Pulau Biawak boleh jadi sama serunya dengan wisata ke Pulau Komodo.

Pulau Biawak berada di sebelah Utara Pulau Jawa bagian tengah. Tepatnya masuk dalam wilayah administratif kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Luas Pulau Biawak sekitar 742 hektar yang mayoritasnya berupa hutan bakau sebagai penyangga ekosistem pantai. Selain biawak, Pulau Biawak juga menjadi kawasan konservasi burung-burung liar.

Jalur untuk ke Pulau Biawak tidaklah sulit. Cukup menyusuri jalur Pantura, mudah untuk menemukan Pulau Biawak baik dari arah Cirebon maupun Indramayu. Patokannya dari Perempatan Celeng, petualangan berlanjut ke pelabuhan Karangsong yang juga mrupakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)

Di TPI Karangsong ini banyak nelayan yang bersedia mengantar wisatawan atau turis yang ingin bertualang ke Pulau Biawak. Mirip seperti Pulau Untung Jawa, para turis bisa menyewa jasa nelayan dari Pantai Tanjung Pasir, Tangerang. Asal harga cocok, para nelayan itu akan mengantar menggunakan perahu kelotok alias perahu bermesin tunggal.

Dengan suasana pantai utara Pulau Jawa yang bersahabat, kita bisa kapanpun menyeberang ke Pulau Biawak, bisa siang hari maupun malam hari. Perahu nelayan pun sudah siap 24 jam untuk mengantarkan para wisatawan.

Amatilah para nelayan itu, mereka sangat canggih dalam memahai arah angin sebagai kompas dan sangat jarang yang kesasar. Para nelayan tradisional itu menggunakan kain bendera yang tergantung di ujung bilah bambu sebagai penanda arah angin. Mereka tahu ke mana harus mengarahkan perahunya. Sungguh, navigasi kompleks tanpa GPS sekalipun.

Tiga Pulau Besar di Pulau Biawak
Tak berbeda dengan pulau-pulau lain yang tersohor sebagai tempat wisata, kepulauan Biawak memiliki tiga pulau besar/utama sebagai tujuan wisata favorit. Ketiga pulau itu adalah Pulau Gosong, Pulau Candikian, dan Pulau Biawak sendiri.

Selain sebagai kawasan konservasi, Pulau Biawak juga merupakan pulau penting bagi jalur pelayaran. Hal ini dikarenakan ada mercusuar di bibir pantai Pulau Biawak. Mercusuar tersebut adalah peninggalan penjajah Belanda dan masih aktif digunakan hingga saat ini. Baik kapal besar maupuinkecil banyak yang menggunakan jasa mercusuar Pulau Biawak.

Biawak atau dalam bahasa latinnya Varanus Salvator, banyak ditemui bebas berkeliaran. Namanya juga Pulau Biawak. Karena itu pulau pulau ini dinamai Pulau Biawak. Ada banyak jenis dan ukuran Biawak di Pulau Biawak dari berukuran sedang sampai besar berkeliaran di bibir pantai.

Bagi beberapa orang ada yang menyebut Pulau Biawak dengan Pulau Menyamak atau Pulau Byompis. Biawak yang merupakan satwa endemik pulau ini memiliki penciuman yang tajam. Harap dicatat, Biawak tergolong omnivora termasuk memakan daging. Untuk memancing kedatangan biawak, pasang saja ikan di dermaga.

Pemandangan hebat bisa didokumentasikan saat banyak biawak berdatangan dan berebut menyantap ikan. Jangan lupa untuk memotret momen tersebut. Harap dicatat pula, biawak berani mendekati manusia. Oleh karenanya kita harus tetap waspada dengan gerak-geriknya, jangan sampai kita juga disantap biawak.


Tahukah anda bahwa biawak masih satu keluarga (familia) dengan Komodo dalam ilmu biologi? Bedanya, biawak berukuran lebih kecil dari komodo. Sebagai omnivora yang juga memakan daging, berhati-hatilah saat berada dekat biawak. Binatang yang biasa di makan biawak adalah ikan, kodok, dan serangga. (MF)
Learn more »

Wisata Candi Prambanan Yogyakarta


Candi Prambanan adalah salah satu kompleks candi yang terkenal di Indonesia dan ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 selain Candi Borobudur. Tidak sama dengan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, Candi Prambanan adalah sebuah kompleks candi Hindu.

Meskipun demikian, Lokasi keduanya yang berada di Jawa Tengah juga membuktikan bahwa dahulu umat Buddha dan Hindu hidup berdampingan dengan rukun. Kedua candi besar ini juga menjadi bukti kemajuan peradaban manusia pada saat itu karena mampu membangun candi-candi dengan seni arsitektur yang luar biasa tanpa bantuan teknologi canggih.

Kompleks Candi Prambanan juga disebut memiliki seribu buah candi karena adanya cerita rakyat Roro Jonggrang, namun sebenarnya hanya ada sekitar 240 candi di kompleks tempat wisata ini. Tempat wisata ini menghadap timur, tetapi terdapat empat pintu masuk di masing-masing mata angin. Gerbang utama candi ini adalah yang berada di sebelah timur.

Candi ini merupakan persembahan bagi Dewa Siwa yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagai Dewa Penghancur. Menurut prasasti Siwaghra yang saat ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, nama asli kompleks candi ini adalah Siwaghra yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang mempunyai arti Rumah Siwa.

Karena statusnya sebagai candi persembahan untuk Dewa Siwa, maka candi induk di kompleks ini adalah candi Dewa Siwa yang mempunyai tinggi 47 meter. Candi induk ini diapit dua candi yaitu candi Dewa Wishnu dan candi Dewa Brahma yang masing-masing setinggi 33 meter. Candi ketiga dewa ini disebut dengan Candi Trimurti. Di dalam Candi Trimurti terdapat arca masing-masing dewa. Di depan ketiga candi dewa terdapat tiga Candi Wahana yang mewakili kendaraan masing-masing dewa. Wahana Nandi untuk Dewa Siwa, Angsa untuk Dewa Wishnu dan Garuda untuk Dewa Brahma.

Selain candi-candi tersebut, masih ada banyak sekali candi lain di kompleks ini, yaitu Candi Kelir, Candi Apit, Candi Patok, dan Candi Perwara. Semua candi ini mengelilingi Candi Trimurti. Untuk Candi Perwara, peletakan candi dibagi menjadi empat lapisan atau zona yang disebut sebagai gambaran empat kasta manusia dalam ajaran Hindu. Lapisan terluar diperuntukkan untuk sembahyang kasta sudra, lapisan yang lebih dalam untuk waisya dan dua lapisan berikutnya masing-masing untuk ksatrya dan brahmana.

Selain berbagai tipe candi tersebut, di tempat wisata ini juga terdapat relief yang menceritakan tentang dua kisah fenomenal dalam Hindu yaitu Ramayana dan Krishnayana. Relief ini berada di dinding bagian dalam dari pagar yang mengelilingi Candi Trimurti. Relief Ramayana menceritakan tentang perjuangan Rama yang dibantu oleh Hanoman untuk merebut Shinta, istrinya yang diculik oleh Rahwana. Untuk Krishnayana, relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup Krishna sebagai awatara atau reinkarnasi dari Dewa Wishnu.


Di kompleks Candi Prambanan terdapat sebuah museum berbentuk rumah joglo. Museum ini berisi koleksi benda-benda yang berhasil ditemukan di sekitar candi dahulu seperti arca dan bebatuan purbakala.
Learn more »

Wisata Pantai Singgigi Nan Indah



Pantai Senggigi Lombok adalah sebuah tempat wisata di Lombok yang paling terkenal. Pantai Senggigi memiliki keindahan panorama yang menawan hati. Banyak wisatawan luar negeri yang datang ke pantai ini. Pantai ini menjelma menjadi salah satu tempat menarik di Lombok dengan pemandangan garis pantainya yang panjang, terlihat indah bila dipandang dari kejauhan dan ketinggian. Dengan garis pantai yang panjang tersebut, Pantai Senggigi Lombok menyuguhkan gradasi warna pasir pantai dari hitam ke putih. Air lautnya memiliki ombak yang tidak besar, jernih, dan bersih.

Terdapay banyak alasan yang membuat Pantai Senggigi di Lombok menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi para wisatawan mancanegara. Turis-turis yang datang ke pantai ini lebih senang menghabiskan waktunya dengan berjemur, berenang, snorkeling, atau sekedar bermain-main di tepian pantai. Pantai Senggigi adalah objek wisata menarik untuk Anda yang menyukai laut sebagai pilihan destinasi wisata. Perjalanan ke Senggigi Lombok akan menjadi pengalaman wisata yang diyakini akan membuat Anda tertarik untuk mengunjunginya kembali.

Pantai Senggigi adalah salah satu destinasi wisata yang sangat digemari wisatawan asing. Tak kalah dengan itu, para penikmat perjalanan dari dalam negeri juga banyak yang menjadikan Pantai Senggigi sebagai salah satu daftar tujuan wisata terfavorit. Perjalanan ke Pantai Senggigi Lombok dapat ditempuh dari Kota Mataram. Jika Anda telah sampai di Kota Mataram atau telah mendarat di bandara udara Selaparang Mataram, maka perjalan ke Pantai Senggigi akan memakan waktu kurang lebih 30 – 50 menit.

Perlu diketahui juga, dalam rute perjalanan menuju Pantai Senggigi ini, Anda akan menyaksikan kendaraan tradisional Mataram yang dikenal sebagai Cidomo. Kendaraan tradisional ini beroperasi di tempat-tempat yang masih belum dapat dijangkau oleh mobil. Anda juga akan melewati pasar tradisional di Mataram, dikenal dengan nama Ampenan (Kebon Roek). Pasar ini adalah pasar yang terdekat dari kawasan Pantai Senggigi. Selepas pasar, Anda akan menjumpai Makam Keramat serta melewati sebuah pura yang menjorok ke laut. Pura ini bernama Pura Batu Bolong. Anda dapat berfoto-foto di kedua tempat ini karena cukup menarik dengan latar pantainya. Sehabis itu, Anda akan tiba di kawasan wisata Pantai Senggigi Lombok.

Anda dapat naik taksi, angkutan umum, atau menyewa motor untuk dapat tiba di Pantai Senggigi. Jika Anda ingin menggunakan angkutan umum dari Kota Mataram, maka Anda harus mengambil angkutan jurusan Sweta – Ampenan. Ongkosnya cuma 3 ribu per orang. Setelah tiba di Ampenan, Anda harus naik angkutan lagi jurusan Ampenan – Senggigi dengan ongkos Rp 2 ribu per orang. Setelah tiba di Senggigi, Anda tinggal berjalan kaki selama kira-kira 3 menit untuk dapat tiba di pantai tersebut. Sambil berjalan kaki, Anda akan menjumpai banyak warung dan toko makanan, penjual aneka souvenir, dan lain-lain.


Apa yang membuat Pantai Senggigi di Lombok menjadi sebuah tempat wisata yang terkenal, Tak lain dan tak bukan adalah panorama lautnya. Air laut Pantai Senggigi begitu jernih dan bersih, bahkan Anda dapat melihat langsung kawanan ikan yang berenang dengan bebasnya di laut Senggigi. Kehidupan terumbu karang di Pantai Senggigi masih terpelihara hingga sekarang, hal ini menjadikan salah satu tempat wisata di Lombok ini menjadi tujuan snorkeling yang diminati banyak kalangan. Hal ini ditunjang dengan air laut senggigi yang tidak berombak keras, dengan demikian Anda tidak perlu khawatir akan terbawa arus laut saat snorkeling. Menyelam ke alam bawah laut Senggigi adalah sangat menyenangkan karena Anda akan menemukan keindahan laut yang alami. Anda dapat menyewa peralatan snorkeling di lokasi pantai, tak jauh dari gerbang pintu masuk Pantai Senggigi.


Selain itu, Pantai Senggigi memiliki garis pantai yang panjang dan sangat indah dipandang. Sejauh Anda memandang garis pantainya, Anda akan melihat gradasi warna pasir pantai dari hitam ke putih. Inilah salah satu kekuatan wisata Lombok saat ini. Dengan garis pantai yang panjang ini pula, pilihan aktivitas jogging menjadi salah satu kegiatan yang cukup digemari di Pantai Senggigi. Di kala sore hari, Anda dapat melepas penat dengan bersantai di tepian pantai sambil menikmati tenggelamnya matahari di Senggigi. Sebuah panorama yang begitu indah. (MF)
Learn more »

Keindahan Danau Tiga Warna Gunung Kelimutu



Taukah anda banyaknya Danau seperti yang berada di Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki beberapa tempat wisata yang menarik dikunjungi para wisatawan. Banyak sekali keindahan alam yang menakjubkan di pulau ini. Salah satunya berada di puncak Gunung Kelimutu. Danau Kelimutu sering juga disebut dengan Danau Tiga Warna, karena danau ini memiliki tiga warna yang berbeda. Uniknya warna air danau tersebut berubah-ubah seiring waktu berjalan.

Keunikan warna itulah yang membuat para wisatawan mengunjungi obyek wisata ini. Kelimutu sendiri merupakan gabungan dari kata “keli” yang berarti gunung, dan “mutu” yang berarti mendidih. Danau ini terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT. Untuk mencapai danau ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 45 km dari Ende atau 13 km dari Kampung Moni.

Untuk menikmati indahnya danau tersebut, wisatawan hanya membayar retribusi sebesar Rp 2.000. Jalan masuk menuju tepi danau berupa anak tangga dan jalan bebatuan ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Tiga Warna adalah pagi hari.

Saat ini Danau Kelimutu menyuguhkan pemandangan danau 3 warna yang pada waktu tertentu warnanya dapat berubah yaitu Warna Biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" diyakini oleh penduduk setempat menjadi tempat berkumpulnya orang-orang meninggal di usia muda.

Selain itu keindahan alam yang membuat decak kagum siapa pun yang melihatnya, Danau Tiga Warna juga sampai saat ini masih lekat dengan legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warni danau ini memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Warna Merah atau "Tiwu Ata Polo" diyakini menjadi tempat berkumpul arwah orang-orang yang semasa hidupnya sering melakukan perbuatan jahat. Sedangkan Warna Putih atau "Tiwu Ata Mbupu" diyakini oleh warga desa sebagai tempat berkumpulnya arwah-arwah leluhur mereka yang meninggal ketika mereka tua.

Selain itu, masyarakat setempat percaya bahwa danau tersebut adalah danau keramat dan memberikan kesuburan pada daerah sekitarnya. Maka tak jarang sering diadakan upacara adat di danau tersebut di mana masyarakat memberikan persembahan hasil bumi kepada arwah di danau tersebut.

Selain memiliki danau, Gunung Kelimutu juga menyimpan pesona flora dan fauna yang tidak kalah menarik. Di sekeliling gunung, wisatawan dapat menemukan tumbuh-tumbuhan yang jarang ditemukan di wilayah Flores lainnya sperti pinus, cemara, kayu merah dan edelweis. Sedangkan ragam fauna yang terdapat di hutan Kelimutu adalah rusa, babi hutan, ayam hutan, elang dan lain-lain.

Saat ini Gunung Kelimutu banyak dikunjungi sebagai obyek wisata trekking. Untuk memulai trekking ke Gunung Kelimutu, Anda dapat melakukannya dari Desa Moni menggunakan kendaraan truk sejauh kira-kira 13 km untuk sampai di bibir danau.


Di sekitar danau terdapat pondok jaga, tempat berteduh untuk wisatawan, dan toilet, serta beberapa losmen kecil bagi para wisatawan yang hendak menginap, juga beberapa restoran. Perlu diketahui bahwa waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Tiga Warna adalah bulan Juli dan Agustus. (MF)
Learn more »

Objek Wisata Sipiso-Piso Nan Indah



Saat Ketika seseorang berkunjung ke Sumatera Utara, tujuan utama wisata mereka pastilah Danau Toba. Tetapi ada banyak wisata yang mengagumkan seperti Air terjun Sipiso-piso yang berada saat mengunjungi Danau Toba, sayangnya objek wisata yang sangat menarik ini kurang dikunjungi wisatawan karena letaknya di tepi yang berbeda dengan kota Parapat, dimana wisatawan biasanya berkunjung.

Sipiso-piso terletak di sebelah utara Danau Toba, sekitar 24 kilometer dari Kabanjahe. Air terjun ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120 meter. Air terjun Sipiso-piso terbuat dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba.

Ketika anda berkesempatan berkunjung ke tempat ini, pemandangan air terjun sungguh luar biasa. Air terjun yang kecil namun tinggi jatuh di antara tebing berwarna kehijauan.

Dari gardu pandang yang dibangun pemerintah di Merek ini pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan air terjun, melainkan juga Danau Toba.Air terjun Sipiso-piso berada di sekitar 800 meter di atas permukaan air laut.

Air terjun itu deras mengalir ke bawah mengiris bukit-bukit hijau yang ditumbuhi pohon pinus. Sipiso-piso sendiri arti harafiahnya adalah “pisau”.Anda tidak hanya dapat melihat air terjun dari kejauhan, namun turun untuk mendekatinya.

Tangganya terjal dan cukup jauh sehingga pastikan anda memiliki stamina yang kuat serta membawa bekal air minum. Turunnya mungkin tidak menjadi masalah, namun untuk naik kembali ratusan tangga setelah selesai bermain-main air di bawah tentu cukup melelahkan.

Gardu pandang ini sendiri cukup luas, dan ketika itu banyak dikunjungi oleh wisatawan setempat. Sayangnya infrastruktur di gardu pandang ini kurang memadai. Hanya ada fasilitas dasar seperti toilet dan warung, yang menurut saya jumlah serta kebersihannya kurang memadai. Pengunjung yang ingin mengeksplorasi daerah ini lebih lanjut sebaiknya menginap di desa terdekat, yaitu Tongging.

Tongging berada di tepi Danau Toba, di bagian utara. Di Tongging anda dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti misalnya berenang di danau, melakukan trekking di hutan, atau mengunjungi satu air terjun kecil bernama Sidompak. Anda dapat naik ke Gunung Sipiso-piso, dan melakukan paragliding dari puncaknya.

Selain berenang, anda juga dapat naik perahu yang disewa dari nelayan setempat untuk berkeliling danau. Bersepeda dari satu desa ke desa lain juga merupakan aktivitas menyenangkan untuk melihat kehidupan sehari-hari penduduk Karo. Bagi anda penggemar kain-kain etnik, anda dapat pergi ke Desa Silalahi di Sabungan, Dairi. Desa ini terletak sekitar 11 km dari Tongging.

Penduduk Desa Tongging kebanyakan adalah nelayan dan petani. Mereka bertani padi dan bawang serta mencari ikan di danau Toba. Ikan mas arsik dan ikan nilai merah merupakan jenis ikan yang umum diternakkan di Danau Toba. Anda harus mencoba sajian ikan dengan bumbu tradisional

Beberapa pilihan akomodasi di Tongging antara lain Wisma Sibayak, Wisma parultop, dan Roman Sinasi Bungalows, yang semuanya ada di Jalan Silalahi, Tongging. Berwisata ke sini sangat cocok untuk para backpacker dengan anggaran terbatas karena akomodasi pun murah meriah.

Menuju ke Sipiso-piso :

Ketika saya berkunjung ke Sipiso-piso, saya sedang melakukan perjalanan mengelilingi Sumatera Utara dengan awal di Berastagi, melalui Kabanjahe, ke Sipiso-piso, Pematang Siantar, Parapat, Tuk-Tuk, dan berakhir di Bukit Lawang.

Karena anggaran yang terbatas, saya memilih menggunakan angkutan umum melalui jalan lintas Pematang Siantar. Dari Berastagi saya menggunakan bus umum yang menuju ke Kabanjahe –ibu kota kabupaten Tanah Karo , dengan tarif kurang dari 5 ribu rupiah.

Di Kabanjahe, saya menaiki angkutan pedesaan yang melintasi Merek. Dari pertigaan jalan utama, saya memilih becak motor untuk sampai di gardu pandang. Dari gardu pandang Anda masih harus menempuh perjalanan dengan angkutan umum atau becak ke Tongging, dengan jalanan yang menurun.


Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan ke Sipiso-piso lebih mudah. Dari Berastagi, Anda hanya akan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Pemandangan alam dan pedesaan di Tanah Karo sangat menarik, sayangnya jalanan kurang baik. Jadi, berhati-hatilah dalam berpergian. (MF)
Learn more »

Pesona Danau Linting Sumatera Utara



Wisata danau linting ini masih belum banyak didengar oleh masyarakat, maupun masyarakat Sumatera Utara sekalipun. Jika selama ini pariwisata di Sumatera Utara selalu dikenal dengan unggulannya yaitu Danau Toba, maka setidaknya anda dapat mencoba berkunjung ke danau yang satu ini. Untuk sampai di Danau Linting, anda dapat menempuh rute dari Terminal Amplas menuju Patumbak, Desa Siguci, kemudian Desa Sibunga-bunga Hilir. Sepanjang perjalanan, kondisi jalan begitu mulus hingga Anda tiba di Simpang Tiga Juhar. Jalanan yang akan dilewati agak sedikit rusak.

Begitu pula jalan setapak menuju Danau Linting yang terletak di atas (bisa dibilang bukit kecil), kondisinya cukup parah. Namun ada hal yang unik di sepanjang jalan setapak sekitar 200 meter itu. Anda akan menemui aliran air yang mengandung belerang, sehingga dasar dan dinding paritnya memutih tertutup belerang. Air itu merupakan aliran dari Danau Linting yang sengaja dibuat karena air di Danau Tersebut tidak pernah surut. Dari atas, anda dapat mengedarkan pandangan. Tempat yang terlihat disana adalah hamparan bukit yang menjadi rentetan dari Bukit Barisan. Sayangnya tempat wisata Danau Linting ini tidak dikelola dengan maksimal. Dan satu lagi kendala adalah kurangnya kesadaran orang yang berkunjung, untuk menjaga lokasi wisata ini. Ini dibuktikan dengan banyaknya sampah di sekitar pinggiran danau linting Sumatera Utara. MEDAN FOTO/14


Learn more »

Indahnya Kelok Sembilan Karya Anak Bangsa



kelok Sembilan ini terlihat sangat megah dan indah, ini merupakan hasil karya anak bangsa yang membanggakan dan menjadi sebuah ikon konstruksi monumental yang memiliki ketinggian 250 meter. Jembatan ini terbentang di lembah perbukitan Bukit Barisan, lingkungan kawasan suaka alam yang akan memperlancar arus barang dan jasa. Keberadaan jalan layang ini juga diharapkan dapat meningkat perekonomian dan merupakan jalan utama Padang-Bukittinggi-50 Kota ke Pekanbaru. “Keberadaan jalan layang ini sangat membantu mengurangi kemacetan panjang yang kerap terjadi di Jalan Kelok Sembilan yang lama. Dalam pertemuan IMS-GT (Indonesia-Malaysia-Singapura Growth Triangle), jalur ini dinyatakan sebagai jalur strategis Padang- Dumai atau Bukittinggi-Pekanbaru untuk arus barang dan jasa guna mengakomodasi pertumbuhan ekonomi. 

Jembatan kelok 9 dibangun dengan sinergi bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan dan pemerintah provinsi Sumatera barat dan kabupaten 50 kota. Jembatan kelok 9 terletak antara lembah kawasan pelestarian alam di Bukit Barisan yang memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan dan dinilai memiliki potensi wisata dan diperkirakan bakal jadi lokasi destinasi wisata baru di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.


Panjang jalan layang Kelok Sembilan mencapai 3 kilometer dengan rincian panjang jalan mencapai 2 kilometer sedangkan panjang jembatan mencapai 1 kilometer.  Dari sisi konstruksi, jalan layang Kelok 9 sangat unik karena menyatu serta melengkapi kelestarian lingkungan cagar alam. Konstruksinya dirancang bisa menahan beban vertikal dan gempa. Nantinya di kawasan ini akan dibangun lift kaca dan kereta gantung, sehingga wisatawan bisa menikmati keindahan wisata alam Kabupaten 50 kota. Selain itu, di dinding tebing jalan kelok Sembilan lama akan dibuat relief sejarah. Pembangunan jalan tersebut diperkirakan hampir bersamaan dengan pembuatan Jalan Cadas Pangeran di Sumedang Jawa Barat yang diperkirakan tahun 1908-1914. MEDAN FOTO/14
Learn more »

Wisata Candi Borobudur, Salah Satu Candi Terbesar Di Dunia



Masih adakah dari kita yang tidak mengenal candi Borobudur. Candi terbesar di dunia yang sudah pernah masuk  ke dalam tujuh keajaiban dunia ini yang terletak di Magelang,  sekitar 40 KM dari arah Jogyakarta. Candi Borobudur ini juga berdekatan bahkan satu garis lurus dengan Candi Mendut dan Candi Pawon. Candi Borobudur ini merupakan candi Budha yang terbesar di Dunia. Dibangun pada dinasti Syailendra sekitar tahu 800-an Masehi. Sampai saat ini candi Ini masih terlihat kokoh walaupun sempat mengalami beberapa kali pemugaran, pengeboman, gempa bumi dan gunung meletus. 

Wisata Candi Borobudur ini banyak menarik wisatawan asal Indonesia Maupun Wisatawan Mancanegara, candi ini memiliki banyak pengujung untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman-teman dan berfoto bersama-sama untuk mengambil momen yang luar biasanya salah satu Candi yang terbesar di dunia.

Di setiap tingkatan terukir relief-relief yang sangat indah yang menunjukan betapa ahli pembuatnya. Relief itu berisi kisah yang kita kenal dengan Ramayana dan akan terbaca secara urut jika kita melihatnya searah jarum jam. Anggap saja itu semacam komik zaman dulu lah. Pada relief itu digambarkan pula aktifitas masyarakat di waktu itu, yang mempresentasikan kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya pada zaman itu.

Karena nilai sejarah dan kemegahan bangunanya, Candi Borobudur ini dinobatkan sebagai salah satu warisan keajaiban dunia. Bagaimana tidak, Bayangkan saja orang-orang zaman dulu membangun tempat semegah itu dengan alat seadanya dan tanpa semen. Sesuatu yang tidak akan mungkin bisa dilakukan di zaman sekarang ini. MEDAN FOTO/14


Learn more »

Wisata Pantai Cermin Sumatera Utara



Berwisata ke Pantai Cermin dapat menjadi pilihan yang tepat, di pantai ini merupakan salah satu kawasan wisata populer di Sumatera Utara dan langsung menghadap Selat Malaka. Pantai ini terletak di Kabupaten Serdang, Bedagai, jaraknya sekitar 45 km dari Medan, dari kota Medan memerlukan waktu perjalanan sekitar 45 menit menggunakan roda empat maupun roda dua. Memungkin anda aman menuju tempat lokasi wisata, sebab Kondisi jalan menuju tempat tersebut  sudah beraspal dan cukup baik.

Sebagai kawasan wisata yang berkembang, pantai ini menawarkan beberapa objek wisata yang dikelola secara profesional. Pengunjung di pantai ini tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Di sini, terdapat lima objek wisata yang mempunyai keunikan masing – masing. Salah satu objek wisata andalan dari kawasan wisata pantai ini adalah Water Theme Park. Objek wisata ini adalah yang terbesar di luar pulau Jawa. Water Theme Park dibuat dengan memadukan wisata alam dan rekreasi buatan. MEDAN FOTO/14


Learn more »

Wisata Jam Gadang Bukittinggi



Jam Gadang adalah sebutan bagi sebuah menara jam yang terletak di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jam Gadang adalah sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau kepada bangunan menara jam itu, dikarenakan memang menara itu mempunyai sebutan jam yang gadang, yang artinya jam yang besar, yang disebutakan bahasa khas daerah Tersebut.

Sedemikian fenomenalnya bangunan menara jam bernama Jam Gadang itu pada waktu dibangun, sehingga sejak berdirinya Jam Gadang telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang dijadikan penanda atau markah tanah Kota Bukittinggi dan juga sebagai salah satu ikon provinsi Sumatera Barat

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, Controleur (Sekretaris Kota) Bukittinggi pada masa Pemerintahan Hindia Belanda dulu. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun.


Terdapat satu keunikan dari angka-angka Romawi pada muka Jam Gadang ini. Bila penulisan angka Romawi biasanya mencantumkan simbol "IV" untuk melambangkan angka empat romawi, maka Jam Gadang ini bertuliskan angka empat romawi dengan simbol "IIII". MEDAN FOTO/14
Learn more »

Danau Kembar Sumatera Barat


Danau Kembar yang terletak di Kabupaten Solok, Tepatnya di daerah Bungo tanjung, Alahan Panjang Sumatera Barat. Danau ini terletak diatas ketinggian sehingga suhu undaranya sangat dingin dan dibalut dengan pemandangan bukit-bukit yang indah di danau kembar tersebut.

Danau Kembar ini berjarak sekitar 65 km dari Kota Padang. Masyarakat Kota Padang sering menyebutkan danau atas dan danau bawah yang berarti danau kembar, meskipun dibilang kembar tetapi danau tersebut keduanya sungguh berbeda baik bentuk, luas, maupun ketinggiannya. Sebenarnya danau yang terletah dibawah, keduannya berada saling berdampingan di jajaran bukit barisan, sebab jarak keduanya hanya sekitar 300 m sehingga danau disebut danau kembar. MEDAN FOTO/14
Learn more »

Wisata Danau Singkarak Sumatera Barat



Danau Singkarak adalah danau terbesar Kedua di pulau Sumatera dibawah Danau Toba. Besarnya danau ini hingga dapat diakses dari dua kabupaten yakni kabupaten Tanah Datar dan Solok. Wisata alam ini menjadi pusat perhatian di Indonesia, sebab danau ini memiliki keindahan yang luarbiasa, dikarenakan memiliki air danau yang jernih, dan juga terlihat Ikan-ikan kecil yang disebut warga sekitar yaitu ikan bilih, serta pemandangan alam vulkanik yang menakjubkan.

Wisata danau singkarak ini memberikan suatu keindahan yang lauar biasa saat mengujungi tempat tersebut, banyaknya para wisata dapat bermain sejenak dengan cara memancing dan juga berenang ditepi-tepi danau singkarak. Pengunjung dapat bermain atau menyewa perahu agar dapat mengelilingi danau tersebut. MEDAN FOTO/14
Learn more »

Wisata Perkebunan Teh



Wisata Perkebunan Teh yang berada di Solok Selatan ini sangat indah dilihat oleh mata, sebab indahnya pemandangan perkebunan teh memberikan panorama Gunung Talak yang mengiasi tempat tersebut. Perkebunan teh yang merupakan milik perusahaan Perkebunan Nusantara tersebut menjadi salah satu daya tarik oleh para wisatawan.
Wisatawan dapat memanjakan momen yang indah disaat mengunjungi tempat Perkebunan teh tersebut. Banyaknya para pengunjung yang melintasi tempat untuk berhenti sejenak melihat langsung perkebunan teh dan berfoto-foto bersma keluarga dan teman-teman untuk dapat mengabadikan momen yang indah. MEDAN FOTO/14
Learn more »
Back to Top